Pendidikan adalah suatu proses pembelajaran mengenai pengetahuan dan keterampilan yang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja untuk mencerdaskan dan mengembangkan potensi dalam diri seseorang. Pendidikan menjadi sarana untuk membekali diri dalam hubungan sosial.

Pendidikan berkaitan erat dengan belajar. Namun sayangnya belajar selalu diidentikkan dengan sekolah. Yang dinamakan belajar itu yang bersekolah. Kalau tidak bersekolah berarti tidak belajar. Itulah pemahaman mainstream yang dianggap sebagai kebenaran pada saat ini.

Akibatnya, makna belajar menjadi menyempit, karena pemahaman mengenai belajar itu ada jam khususnya dan ada mata pelajarannya, kalau bukan tentang mata pelajaran bukan dinamakan belajar, tetapi sekedar hobi.

Padahal, belajar jauh lebih luas maknanya daripada bersekolah. Sekolah hanyalah salah satu bentuk dan model belajar. Yang wajib itu adalah belajar, bukan sekolah. Oleh karena itu, tantangan terbesar kita adalah bagaimana mengembalikan keluasan makna belajar. Belajar bisa apa saja (yang diminati), belajar bisa dilakukan di mana saja (yang disukai), belajar bisa terjadi kapan saja (diinginkan), belajar bisa dari siapa saja (yang mencerahkan). Itulah pendidikan sepanjang hayat, kehidupan yang menjadi ruang belajar sekaligus proses belajar.

Sama seperti model pembelajaran Homeschooling dimana moto nya adalah belajar itu bisa apa saja, di mana saja, kapan saja, bersama siapa saja, dan dengan cara apa saja.

Homeschooling menantang kita untuk menjadi keluarga pembelajar dan anak-anak pembelajar, yang tak membatasi belajar hanya pada hal-hal tertentu (mata pelajaran), tempat tertentu (ruang kelas), waktu tertentu (jam belajar), dan bersama orang tertentu (guru).

Homeschooling didesain untuk membantu anak dalam belajar sesuai karakter dan minatnya, agar dapat mengembangkan potensi dan bakat anak dengan cara yang meyenangkan dan sesuai kebutuhannya. Karena setiap anak adalah berbeda satu dengan yang lain, anak terlahir dengan potensi, karakter, dan kecenderungan yang berbeda dan hal itu yang menyebabkan tidak semua anak cocok dengan sekolah konvensional, sehingga setiap anak juga membutuhkan metode pendidikan yang berbeda.

Sekolah Kak Seto sebagai lembaga pendidikan paripurna yang menyediakan pendidikan formal, nonformal dan informal yang berkualitas, ramah anak dan mengembangkan potensi anak, bertujuan menyediakan berbagai model pembelajaran sesuai dengan kebutuhan anak dan orang tua, termasuk dengan adanya pembelajaran Homeschoolong dengan kualitas terbaik di Indonesia.

Homeschooling Kak Seto memiliki 4 program unggulan diantaranya: Komunitas (Kom), Komunitas Online Learning (Kom OL), Distance Learning (DL) & Distance Learning Tunggal (DLT), tersedia dari jenjang SD sampai SMA, dan  dengan adanya pilihan program tersebut membuat semua anak Indonesia di semua daerah bisa belajar di Homeschooling Kak Seto tanpa terhalang oleh jarak dan waktu.

Untuk Ayah Bunda yang ingin bertanya seputar program Homeschooling di Sekolah Kak Seto bisa bertanya dan berdiskusi langsung dengan Customer Service kami dengan menghubungi nomor yang tertera pada website yang terlampir dibawah.

 

ppdb.sekolahkakseto.sch.id