Homeschooling merupakan salah satu jenis sekolah yang proses pembelajarannya dilakukan di rumah. Jenis sekolah ini cocok diterapkan bagi anak-anak yang memiliki segudang kegiatan maupun prestasi diluar sekolah, sehingga proses pembelajaran tidak menggangu kegiatan yang sedang mereka jalankan. Begitu juga dengan salah satu siswa SMA Distance Learning, bernama Niwayan Shanata Suana atau yang akrab dipanggil sebagai Niwayan.

Niwayan telah berhasil meraih berbagai macam medali seperti perak dan perunggu ditingkat Kecamatan, Provinsi, sampai Nasional. Beberapa perlombaan yang Niwayan ikuti seperti Kompetisi Pelajar Indonesia (KPI), Olimpiade Sains Nasional (OSN), dan BW Taekwondo Championship. “Saya banyakin praktik dan latihan. Hasil lomba sebelumnya, saya jadikan contoh pelajaran juga kak, untuk mencari peluang” ucap Niwayan Ketika ditanya mengenai persiapan jelang mengikuti perlombaan.

Niwayan yang awal mulanya mengikuti Taekwondo karena dukungan orang tuanya justru semakin menyukai cabang bela diri ini “Awalnya itu karena aku emang anaknya lemas banget. Jadi mamaku, mengajak ikut beladiri. Kebetulan taekwondo itu yang paling terkenal lah kalo dulu. Selain itu, tentara atau ABRI juga olahraganya taekwondo juga dan pas banget, aku baru pindah rumah, dideket rumahku ada cabang taekwondo yang baru buka, makanya aku dimasukin les kayak anak-anak biasa, yang maunya main doang, aku suka agak males-malesan kalo disuruh latihan. Tapi semenjak SMP aku jadi semangat dan mulai ngikutin berbagai kejuaraan” ucap Niwayan.

Niwayan juga membagikan pengalaman berkesan selama mengikuti perlombaan tersebut “Kalau untuk taekwondo, waktu itu jaman sebelum corona, dan itu juga my first experience, langsung turun ke lapangan tingkat walikota. Aku dibagian Poomsae, yang dimana harus ngafalin gerakan taekwondo dan harus perfect. Dari sana aku beneran gatau harus ngapain pas masuk turun lapangan, it's a little bit awkward for me, dan di akhirnya ku shock, karena aku bisa bawa pulang medali emas. Kalau tidak salah saat kelas 7 SMP. Kalau pas olimpiade, itu adalah pertama kalinya aku ikutan sama 2 (dua) temenku yang lain. Jadi sebelum olimpiade, karena itu our first experience, kita betul-betul tidak tau harus ngapain dan belajar mati-matian, dan juga cari soal latihan kesana kemari. Sempet juga kita kena panic attack, but it wasn't stop till there, walaupun enggak menang, kita janji satu sama lain, buat ikutan olimpiade terus, sampe menang. At the next olimpiade, akhirnya kita berhasil membawa medali perunggu dan perak”. tambah Niwayan.

“Nikmatin semuanya, termasuk proses dan rasa sakitnya. Maju aja dulu, urusan kalah dan gagal belakangan” ucap Niwayan ketika memberikan kata-kata penyemangat bagi teman-teman diluar sana. Selain itu, hal yang paling disukai oleh Niwayan dari Sekolah Kak Seto adalah “Fasilitasnya yang ngedukung muridnya banget untuk berprestasi, tempatnya yang bersih, tutor dan staff ramah-ramah dan sabar-sabar. Homeschooling Kak Seto banyak kerjasama dengan tempat lain, yang ngebantu untuk masa depan muridnya dan yang terakhir, harganya yang worth it banget”. Seru Niwayan